Namun Anda dapat menciptakan suasana pernikahan akan saling menghargai dan terbuka atas pikiran masing-masing—dan apabila Anda telah melakukannya, suami akan sangat suka untuk itu” 66 % suami selingkuh mengaku merasa bersalah ketika berselingkuh Ternyata bukan hanya mereka yang dicap “pria brengsek” saja yang berselingkuh.Faktanya, 66% suami selingkuh tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan menjadi tidak setia, bahkan hampir semuanya berharap tidak melakukan itu, demikian kata Neuman.

Chatting tentang sex-13

Compiled by : +Theeas Untuk penulisan bukunya “The Truth About Cheating”, konselor pernikahan M.

Gary Neuman mensurvei 200 orang pria beristri yang selingkuh dan tidak selingkuh untuk mengetahui alasan di balik ketidakjujuran pria—termasuk pernyataan para pria selingkuh mengenai hal-hal yang dapat mencegahnya selingkuh.

Inilah temuannya : 48% suami menyatakan ketidakpuasan emosional sebagai alasan utama selingkuh Begitu banyak mitos mengenai pria, salah satunya mitos bahwa selingkuh adalah semata-mata karena alasan seks.

Hanya 8% pria yang menyatakan ketidakpuasan seksual sebagai alasan utama mereka selingkuh.

“Pandangan sosial kita mengatakan pada kita bahwa semua kebahagiaan pria terletak pada seks”, kata Neuman, “namun pria juga bukan makhluk tanpa perasaan.

Mereka ingin istri mereka menunjukkan sikap menghargai suami, dan ingin istri memahami bahwa pria telah berusaha keras melakukan sesuatu dengan benar”.Masalahnya pria tidak memiliki kepekaan emosional sebesar wanita dalam mengungkapkan perasaan mereka, sehingga istri tidak selalu tahu apakah membutuhkan perhatian ekstra atau tidak.“Kebanyakan pria berpikir bahwa menyatakan emosi itu membuatnya tidak jantan.Jadi, walau suami Anda bersumpah ia tidak akan pernah selingkuh, jangan mengira begitu saja bahwa kata-katanya benar.77% suami selingkuh memiliki teman dekat yang juga berselingkuh Pengaruh teman dan lingkungan memang tidak bisa diremehkan, terutama bila Anda kurang kuat iman.Berkumpul dengan teman-teman yang suka selingkuh akan menimbulkan pikiran bahwa “selingkuh itu biasa saja”.